News

Tinggi, Dukungan Publik terhadap Demokrasi

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan sistem pemerintahan demokrasi yang dianut Indonesia masih layak dipertahankan. Hal ini didasarkan pada masih tingginya dukungan publik yang disertai dengan kepuasan terhadap penerapan sistem demokrasi yang ada saat ini.

 

"Dukungan publik terhadap demokrasi masih relatif tinggi. Hal ini menjadi satu modal berharga bagi proses konsolidasi demokrasi di Indonesia," kata peneliti pusat penelitian politik LIPI, Wawan Ichwanuddin, dalam acara "Survei Nasional Persepsi Masyarakat terhadap Demokrasi di Indonesia" di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis (11/10).

 

Pada teorinya, sistem demokrasi di sebuah negara dikatakan sukses dan terkonsolidasi apabila mendapatkan legitimasi atau dukungan yang luas dan kuat dari warganya sehingga sangat kecil kemungkinannya akan ambruk. Kuatnya legitimasi itu ditandai oleh tidak signifikannya perilaku yang menentang demokrasi dari kekuatan yang ada.

"Kekuatan itu, di antaranya adalah tumbuhnya keyakinan luas di masyarakat bahwa demokrasi itu adalah sistem politik terbaik yang berfungsi di dalam negara secara efektif dalam berbagai hal," lanjut Wawan. Dalam survei nasional yang dilakukan pada 25 Juni-10 Juli 2012 ini, mayoritas masyarakat yang menjadi responden memperlihatkan konsolidasinya.

 

Terbukti lebih dari 70 persen responden menilai bahwa demokrasi adalah sistem politik yang baik dan cenderung setuju bahwa demokrasi lebih baik daripada sistem politik lainnya di dunia.

 

"Namun konsolidasi ini masih terbentur pada rendahnya efi kasi politik masyarakat. Ketika berhubungan dengan sistem politik, masyarakat cenderung tak berdaya sehingga berpotensi meningkatkan sikap apatis dan apolitis. Saya kira perlu dikaji lebih jauh apakah pemberitaan politik melalui media massa, terutama televisi, berpengaruh langsung dan signifi kan terhadap hal ini," tuturnya.

 

Partisipasi Politik
Selain dukungan terhadap demokrasi, masyarakat Indonesia juga diketahui masih memiliki tingkat partisipasi politik yang cukup tinggi. Dari 87 persen responden yang mengatakan ikut serta dalam Pemilu 2009, 38 persen di antaranya mengaku merasa memiliki kedekatan yang baik dengan parta politik.

 

"Dan dari kesekian banyak partai, Partai Demokrat dirasa menjadi partai politik yang visi-misi atau kiprahnya mewakili pandangan politik dan paling dekat dengan mereka," ungkap Wawan.

 

Sementara itu, pengamat politik Rajawali Foundation, Nico Harjanto, menilai temuan hasil survei nasional ini cukup menggembirakan bagi perkembangan demokrasi di Indonesia, meskipun Indonesia sempat dianggap negara gagal akibat melemahnya social capital, public trust, merajalelanya korupsi, dan buruknya penegakan hukum.

"Di tengah paradoks demokrasi yang kasat mata, yakni tingginya kebebasan sipil yang ironisnya diimbangi juga dengan tingginya intoleransi maupun konfl ik horizontal hingga defisit kinerja demokrasi yang membuat kesenjangan sosial-ekonomi, ternyata rakyat Indonesia masih percaya terhadap demokrasi," ujar dia.

 

Nico berharap, ke depannya, masyarakat dapat meningkatkan dukungan mereka terhadap demokrasi melalui peningkatan pemahaman dan tidak dicampuri dengan opini pribadi mereka. "Jika mereka bisa membedakan dukungan terhadap demokrasi dengan ketidaksukaan mereka pada kinerja pemerintahan dan oknum yang terlibat korupsi maka angka dukungan akan jauh lebih tinggi lagi," tandas dia. idr/P-3

 

Sumber: http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/102897

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found