News

18 Parpol Tidak Lolos

Jakarta, Kompas - Setelah pengumuman hasil verifikasi administrasi partai politik oleh Komisi Pemilihan Umum sempat tertunda, akhirnya KPU memenuhi janjinya untuk merilis hasil verifikasi pada Minggu (28/10) malam, di Gedung KPU, Jakarta.

 

Sebanyak 16 partai politik dinyatakan lolos seleksi administrasi dan 18 partai politik dinyatakan tak lolos seleksi ini. Parpol yang lolos seleksi tahapan ini akan menjalani seleksi faktual di daerah-daerah yang jauh lebih sulit. Bagi KPU, proses ini sudah final dan parpol yang tak memenuhi syarat administratif tak bisa mengikuti proses selanjutnya. Mengingat pelaksanaan tahapan pemilu akan terus berjalan, diharapkan para parpol yang tak lolos seleksi bisa legawa menerima hasil ini.

 

Pengumuman KPU ini disampaikan Ketua KPU Husni Kamil Manik, yang didampingi anggota KPU yang lain. Husni memaparkan, partai-partai yang memenuhi syarat akan dilakukan proses verifikasi faktual. Verifikasi faktual akan membutuhkan dokumen-dokumen asli, bukan hasil fotokopi. ”Semua dokumen harus diminta dan dicek secara fisik keberadaannya di daerah-daerah,” kata Husni.

 

Oleh karena itu, diharapkan parpol-parpol yang lolos seleksi administrasi ini bisa menyiapkan diri untuk benar-benar mengikuti verifikasi faktual. ”Verifikasi faktual ini hanya menyisakan satu kali perbaikan,” kata Husni.

 

Malam ini, surat keputusan hasil verifikasi administrasi parpol sudah dikirim ke parpol-parpol. Besok, Senin (29/10), KPU akan mengirim dokumen-dokumen parpol ke KPU-KPU daerah, untuk nantinya dilakukan verifikasi faktual.

 

Hasil keputusan dilakukan dengan musyawarah mufakat, tak ada voting dalam penentuan parpol-parpol yang lolos ataupun tak lolos seleksi administasi.

Terhadap 18 parpol yang tak lolos seleksi administrasi, secara formal dari sisi KPU sudah finis atau selesai sampai di sini. Namun, jika di antara mereka ada yang akan mengajukan gugatan, misal ke PTUN, mau tak mau KPU akan tunduk pada keputusan pengadilan itu.

 

Kemarin beberapa parpol yang dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi segera meminta penjelasan dari KPU. Presiden Partai Demokrasi Kebangsaan Sayuti Asyathri menilai keputusan KPU sebagai pembunuhan tiba-tiba. PDK bersiap mengajukan banding ke Bawaslu. Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Damai Sejahtera Sahat Sinaga. PDS akan mengklarifikasi keputusan KPU, Senin (29/10) ini. (INA/AMR)

 

Sumber: Kompas Cetak

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found