News

Pers Bisa Menjadi Penyelamat

Jakarta, Kompas - Ketika pilar demokrasi seperti legislatif, eksekutif, dan yudikatif sekarang ini tidak lagi bisa diharapkan dan bahkan menjadi sorotan masyarakat, pilar keempat demokrasi, yakni pers, menjadi tumpuan. Lembaga pers diharapkan bisa menjadi penyelamat demokrasi.

 

Hal itu mengemuka dalam acara peluncuran Press Code atau Press Committee for Democracy Empowerment (Komite Pers untuk Pemberdayaan Demokrasi) di Auditorium Radio Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (20/11).

 

”Press Code didirikan agar pers sebagai salah satu pilar demokrasi berjalan baik. Belakangan ini banyak kritik terhadap pers. Pers kini memang mendapatkan kebebasan, tetapi kebebasannya tetap harus bertanggung jawab,” kata salah satu pendiri Press Code, Mahfud MD yang juga Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

 

Menurut penggagas lainnya, Margiono yang juga Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, Press Code bervisi untuk menguatkan pers dan demokrasi. ”Press Code ini pendirinya lintas partai, lintas LSM, tempat bertemu tokoh-tokoh yang ingin mengembangkan demokrasi melalui pers,” katanya.

 

Dalam deklarasi Press Code disebutkan bahwa demokrasi ideal adalah demokrasi yang mampu membangun suatu peradaban maju yang berakar pada budaya bangsa itu sendiri. Pers ideal adalah pers yang mampu menginteraksikan kearifan global dan kearifan lokal secara dinamis sebagai sudut pandang penulisan karya-karya jurnalistiknya.

 

Pers, menurut Mahfud, mempunyai arti yang sangat penting, seperti menyampaikan informasi, membangun nasionalisme dan perlawanan, serta menjadi musuh pemerintah otoriter.

 

”Kenapa MK membongkar kasus Bibit-Anggodo tidak dengan cara konvensional? Itu karena kasus Bibit-Anggodo direkayasa. DPR tidak membela, kasusnya malah disuruh bawa ke pengadilan, padahal dari awal sudah salah. Saya lalu ingat ada pers, saya setel saja rekaman percakapannya, akhirnya selesai masalahnya meskipun melukai banyak pihak. Sekarang ini banyak kasus yang macet dan baru bisa digiring ke pengadilan kalau diangkat oleh pers,” kata Mahfud.

 

”Namun, memang tidak selamanya kita hanya mengandalkan satu pilar saja, yaitu pers. Apalagi, sekarang ini ada hegemoni berita pada media tertentu oleh partai tertentu,” ujar Mahfud. (LOK)

 

Sumber: Kompas Cetak, 21 Nopember 2012

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found