Kegiatan AIPI

Konferensi Umum AASSCREC dan Kongres AIPI VIII di Manado

AASSRECBertempat di Hotel Aryaduta, Manado, pada 17-19 Oktober 2011 diselenggarakan General Conference, The 19th Association of Asian Social Science Research Councils (AASSREC), dengan tema: "Evolving Transnationalism: Challenges and Opportunities (Social Science Perspectives)". Kegiatan yang merupakan hasil kerjasama AASSCREC, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) ini menghadirkan narasumber dari kalangan peneliti di Asia Pacifik, termasuk dari Indonesia, salah satunya adalah Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti, peneliti senior Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI.

Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti membawakan makalah dengan judul: “Indonesia, Australia, and Other Countries' Relations in Coping with Transnational Crime: Challenges and Opportunities”. Dalam makalahnya, Ikrar menggambarkan dan menganalisa kerjasama antara Indonesia, Australia dan negara-negara lain dalam menghadapi kejahatan transnasional. Antara Indonesia dan Australia telah memulai kerjasama imigrasi sejak awal 2000-an, ketika banyak kapal dan kapal penuh orang tidak berdokumen lintas perairan Indonesia untuk pergi ke Australia. Kedua negara menyelenggarakan konferensi tentang penyelundupan manusia dan kebijakan imigrasi di Bali. Setelah ledakan bom Bali, Oktober 2002, kedua negara bekerja sama dalam penyelidikan forensik diikuti dengan pendirian Jakarta Pusat Kerjasama Penegakan Hukum (JCLEC) di Semarang pada tahun 2004.

 

Setelah seminar, masih di tempat yang sama, diselenggarakan Kongres Asosiasi Ilmu Politik Indonesia VIII pada 18-19 Oktober 2011. Acara tersebut di buka langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) AIPI yang sekaligus Gubernur Sulawesi Utara, Dr. SH. Sarundajang. Dalam sambutannya Sarundajang mengatakan bahwa kongres kali ini terbilang unik karena dilaksanakan saat LIPI dan AIPI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sedang menggelar Konferensi AASSREC di mana sebagian besar peserta AASSREC juga adalah Pengurus Pusat dan Pengurus Cabang AIPI. Selain itu, biasanya kongres AIPI dibarengi dengan pelaksanaan seminar nasional, namun untuk tahun ini seminar nasional tidak diadakan berbarengan dengan kongres. Rencananya seminar nasional AIPI akan diselenggarakan di Bandung dalam waktu dekat.

 

kongres aipiDr. SH. Sarundajang (Ketua Umum PP AIPI)Kongres AIPI VIII di hadiri oleh 16 Pengurus Cabang (PC), dari 24 Pengurus Cabang AIPI se-Indonesia. PC yang hadir, antara lain: Bengkulu, Surabaya, Medan, Bali, Yogyakarta, Kupang, Ambon, Banjarmasin, Jakarta, Palu, Jombang, Semarang, Jember, Manado, Padang, dan Makassar. Agenda kongres meliputi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Umum masa bakti 2008-2011, pandangan umum pengurus cabang atas LPJ ketua umum, melakukan perubahan AD/ART dan memilih Ketua Umum baru untuk masa bakti berikutnya.

 

Dalam LPJnya, Ketua Umum menyampaikan kegiatan/program yang sudah dilakukan selama periode 2008-2011. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain berupa seminar, diskusi, dan peluncuran buku, seperti Seminar “Masalah Kepemimpinan, Demokratisasi dan Kebangsaan di Indonesia” di Makassar, Sulawesi Selatan, 11-12 November 2008; Seminar “Mengelola Potensi Kelautan, Demi Masa Depan: Menyongsong World Ocean Conference” di Manado, 12-13 Maret 2009; Peluncuran dan diskusi buku “Kecenderungan Koalisi Pilpres 2009 dan Masa Depan Sistem Presidensial” di Jakarta, 29 April 2009, kerjasama PP AIPI dan Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI; Peluncuran dan diskusi buku “Membangun Indonesia: Negara-Kebangsaan dan Masyarakat Hukum-Adat” di Jakarta, 2 November 2009, karya Dr. Saafroedin Bahar, mantan pengurus PP AIPI periode sebelumnya, kerjasama PP AIPI dan P2P LIPI; dan Diskusi Publik Terbatas ”Ekonomi Politik Indonesia Pasca-Skandal Century” di Jakarta, Juli 2010.

 

Untuk penerbitan, PP AIPI, khususnya Komisi Publikasi telah berhasil menerbitkan kembali Jurnal Ilmu Politik No. 21 dengan tema Memasuki Dasawarsa Kedua Otonomi Daerah. Selain itu, kumpulan makalah seminar nasional di Makassar telah diterbitkan dengan judul Kepemimpinan Nasional, Demokratisasi, dan Tantangan Globalisasi, dan kumpulan makalah seminar nasional di Banjarmasin yang diterbitkan dengan judul Sistem Presidensial dan Sosok Presiden Ideal. Kedua buku tersebut terbit tahun 2009 atas kerjasama AIPI dengan Pustaka Pelajar Yogyakarta.

 

Secara umum, PC AIPI yang hadir menerima LPJ tersebut dan berharap ke depan AIPI semakin memperbanyak kegiatan, misalnya berupa penelitian yang mengatasnamakan AIPI, publikasi, pelatihan, survei, dan lain sebagainya sehingga AIPI lebih dikenal oleh masyarakat mengingat tantangan yang ada dengan semakin banyaknya organisasi profesi sejenis yang lebih dikenal oleh masyarakat. Sementara itu, karena hanya ada calon tunggal, maka Dr. SH Sarundajang akhirnya secara aklamasi terpilih kembali sebagai Ketua Umum AIPI periode 2011-2014. Masa jabatan ketua umum yang biasanya hanya tiga tahun, berdasarkan hasil amandemen terhadap AD/ART AIPI, ditambah satu tahun menjadi 4 tahun mengingat masa jabatan sebelumnya yang terlalu singkat, hanya 3 tahun.

 

Setelah terpilih kembali menjadi ketua umum, Dr. SH Sarundajang memberikan pidato sambutan dan menyampaikan 7 program realistis untuk masa kepemimpinannya yang kedua, antara lain: Pembinaan Organisasi: keanggotaan (kartu anggota), iuran, sumber dana; Peningkatan Penerbitan: jurnal ilmiah, buletin, website/jurnal online; Pendekatan dengan Pemerintah Daerah: PP AIPI akan berupaya menjembatani hubungan antara PC AIPI dengan Pemerintah setempat; PP AIPI merekomendasikan agar PC AIPI tetap berkedudukan di kampus sehingga cabang didominasi dari para pakar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan; Survei publik/politik yang memerlukan ilmu khusus dengan pendekatan matematik; Memberikan Penghargaan bagi penemuan teori-teori terbaru dan implementatif dalam Ilmu Politik; Melaksanakan Seminar Lokal/Nasional/Internasional. Pidato ini sekaligus menandai berakhirnya Kongres AIPI VIII. (Ditulis oleh: Prayogo)

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found