Kegiatan AIPI

Penundaan Pilkada Akibat Hukum tidak Tegas

 

titiDirektur Eksekutif Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini Direktur Eksekutif Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyatakan penundaan pilkada serentak di lima daerah akibat kerangka hukum yang tidak tegas dan jelas terkait sengketa di daerah-daerah tersebut.

 

"Proses sengketa pencalonan berkepanjangan akibat kerangka hukum kita tidak menyediakan desain penyelesaian sengketa yang tegas dan jelas serta memisahkan kewenangan antar instansi yang terlibat dengan spesifik," kata Titi di Jakarta, Rabu (16/12).

 

Hal tersebut dia sampaikan dalam diskusi media akhir tahun dengan tema "Evaluasi Politik dan Demokrasi 2015: Menuju Keseimbangan Baru?" yang diadakan Populi Center bekerja sama dengan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI).

 

Titi menyatakan proses berkepanjangan terkait sengketa di beberapa daerah itu akibat terlalu banyak "tangan-tangan" yang terlibat dalam penyelesaian sengketa.

"Saya lihat kewenangan para instutisi yang terlibat dalam penyelesaian sengketa saling tumpang tindih satu sama lain," kata Titi.

 

Pada pilkada serentak kali ini, dari 269 daerah, KPU akhirnya menunda 5 daerah yang tengah bermasalah dengan hukum terkait dengan gugatan para calon yang sebelumnya dianulir oleh KPU.

 

Kelima daerah tersebut, Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Fakfak, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun dan Kota Manado.

 

KPU berharap kelima daerah tersebut dapat segera memperoleh keputusan hukum yang mengikat sehingga pilkada tetap dapat dilaksanakan pada Desember 2015.

 

Dari 264 pilkada, 8 di antaranya merupakan pemilihan tingkat provinsi, sedangkan sisanya pemilihan bupati dan wali kota.

 

Terdapat juga tiga daerah yang hanya mempunyai satu pasangan calon, yakni Tasikmalaya, Blitar dan Timor Tengah Utara. (Ant)

 

Sumber: http://m.elshinta.com/news/38263/2015/12/16/penundaan-pilkada-akibat-hukum-tidak-tegas

 

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found