Kegiatan AIPI

Call for Papers Seminar Nasional XXVII Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI)

 

call for papers

SEMINAR NASIONAL XXVII

ASOSIASI ILMU POLITIK INDONESIA (AIPI)

 Pemilu Serentak 2019

 

Yogyakarta, 27-28 April 2017

 

Latar Belakang

Pemilu serentak (concurrent election) secara terminologi berbeda dengan pemilu serempak, atau dalam bahasa putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-XI/2013 sebagai pemilu bareng-bareng, pemilu lima kotak. Pemilu serentak bukanlah pemilu borongan, sebab pemilu serentak memiliki paling tidak dua tujuan besar, pertama memperkuat sistem presidensiil, dan kedua memperkuat basis politik presiden terpilih akibat kombinasi rumit sistem proporsional terbuka dengan sistem multipartai dan presiden/wakil presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. Sebab, skema pemilihan presiden/wakil presiden setelah pemilu legislatif dianggap sebagai salah satu penyebab “lemahnya” presiden terpilih, karena dukungannya yang “rendah” di parlemen.

Pemilu serentak 2019 diharapkan dapat menjawab dua tujuan tersebut. Melalui efek ekor jas (coattail effect) dan kecerdasan politik (political efficacy) sebagaimana tertuang dalam argumentasi Keputusan MK. Pemilu serentak meniscayakan adanya hubungan kausalitas atau efek ekor kuda (coattail effect) apabila pemilu presiden/wakil presiden dibersamakan waktunya dengan pemilu legislatif. Harapannya ada efek kecerdasan politik (political efficacy) di mana pemilih yang memilih calon presiden/wakil presiden diharapkan juga akan memilih calon legislatif yang diusung oleh partai.

Efek ekor kuda itulah yang menjadi salah satu kekuatan dari pemilu serentak sehingga diharapkan presiden terpilih mendapatkan dukungan maksimal di parlemen akibat meningkatnya perolehan kursi partai politik. Walaupun asumsinya seperti itu, memang tidak ada jaminan tidak akan terjadi perpecahan suara (split vote) antara pemilih yang memilih calon presiden/wakil presiden dengan memilih calon anggota legislatif.

Peluang itu merupakan salah satu kekuatan dari pemilu serentak. Karena Presiden terpilih diasumsikan juga akan didukung oleh partai pemenang pemilu di parlemen.Tantangannya, apakah desain pemilu serentak 2019 sebagaimana dimaksud oleh Putusan MK dapat menimbulkan efek ekor jas pada satu sisi, dan di sisi lain dapat memunculkan presiden terpilih yang kuat? Faktor-faktor apa yang perlu diperjelas agar kerangka kerja pemilu serentak dapat menghasilkan sistem presidensiil yang kuat dalam arti pemerintahan yang dibangun bisa bekerja (governable) dan memiliki dukungan politik yang kuat di parlemen? Desain sistem pemilu serentak seperti yang dapat memaksimalkan keunggulan dan kekuatan pemilu serentak seperti yang dipraktikkan oleh sebagian besar (21) negara di dunia? Bagaimana menata ulang Undang-Undang yang berkaitan dengan Sistem Pemilu, Pemilu Presiden/Wakil Presiden secara langsung, dan Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD yang dapat memaksimalkan kekuatan dari pemilu serentak 2019?

 

Tujuan :

  1. Mendiskusikan peluang, tantangan, dan evaluasi penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2019;
  2. Mendiskusikan alternatif solusi dalam menghadapi persoalan-persoalan yang muncul pada penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2019;
  3. Mendiskusikan dan merumuskan rekomendasi Desain Pemilu Serentak 2019 dan Perubahan UU Politik yang ideal.

 

Format Seminar Nasional

Seminar Nasional Asosiasi Ilmu Politik (AIPI) ke XXVIIdilaksanakan satu setengah hari. Pada hari pertama, akan menampilkan Keynote Speech, Menteri Dalam Negeri. Selanjutnya seminar akan dilanjutkan dengan pembicara utama, dan presentasi secara paralel makalah sumbangan. Setengah hari pada hari kedua akan dilakukan pembahasan komisi persidangan untuk menyusun rekomendasi Desain Pemilu Serentak 2019 dan Perubahan UU Politik yang akan diserahkan kepada Presiden dan Pimpinan DPR.

            Panitia menerima abstrak makalah sumbangan maksimal 300 kata paling lambat 24 Maret 2017. Tema-tema makalah sumbangan diharapkan dapat menjawab sejumlah tantangan Pemilu Serentak 2019 yang telah disinggung pada urgensi. Abstrak yang diterima akan diumumkan pada 31 Maret 2017. Makalah yang telah lolos seleksi dikirmkan ke panitia paling lambat tanggal 14 April 2017. Dengan ketentuan minimal 15 dan maksimal 25 halaman 1,5 spasi, font size 12 dan ditulis dengan jenis font Times New Roman. Serta diikirimkan ke alamat email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

Waktu dan tempat pelaksanaan

Hari/Tanggal             : Kamis-Jumat, 27-28 April 2017

Pukul                          : 07.30 s.d. 16.30 WITA (hari pertama)

                                      07.30 s.d. 11.45 WITA (hari kedua)

Tempat                       : Yogyakarta.

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found