Kegiatan AIPI

Program Soeharto Bahkan Membangun Manusia Seutuhnya, Bentuknya Seperti Apa? Hanya Sebatas Jargon

INFONAWACITA.COM – Sejumlah pengamat politik menilai konten debat kandidat pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, Jumat (13/1) pekan lalu masih sebatas jargon teoritis dan belum mengekplorasi visi serta misi kandidat hingga pada tataran praxis.

 

Padahal debat kandidat menjadi ajang bagi ketiga kandidat pasangan calon Gubernur DKI Jakarta memperebutkan swing voters (pemilih mengambang) sebanyak 30 persen.

Direktur Populi Center, Usep S Ahyar mengatakan dari survei yang pernah mereka lakukan di Jakarta, swing voters didominasi oleh pemilih rasional. Karena itu, kata Usep, visi misi yang disampaikan oleh pasangan calon haruslah realistis dan bisa menghubungkan antara visi misi dengan program kerja yang konkret.

 

“Harus disadari swing voters itu pemilih rasional, maka disini pasangan calon  harus mampu memperlihatkan solusi yang baik, harus bisa menjelaskan hubungan antara visi misi dengan program kerja dan sebagainya,” kata Usep dalam diskusi bertajuk “Dinamika Pilgub Pasca Debat Kandidat” di Gedung Widya Graha LIPI, Kamis (19/1).

 

Hal senada diungkapkan peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris yang menilai penampilan Anies Baswedan dalam debat tersebut cukup memukau, namun cenderung teoritis dalam menerjemahkan visi dan misinya.

 

Haris mencontohkan program yang sering diungkapkan Anies, yakni pembangunan manusia dan meningkatkan kebahagian manusia Jakarta, tapi tidak diberi contoh yang konkret seperti apa.

 

“Teori itu tidak cukup. Di komunitas terdidik butuh penjelasan, pembangunan manusia seperti apa. Presiden Soeharto bahkan programnya menciptakan manusia Indonesia seutuhnya, tapi bentuknya seperti apa berhenti sebagai jargon saja,” kata Haris.

Menurut Haris, seharusnya para penantang petahana harus bertolak dari program yang sudah dilakukan petahana. Pasangan nomor urut 1 dan 3, kata Haris, harus bisa menawarkan sesuatu yang bisa dilakukan ketimbang apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur petahana.

 

“Ketiga pasangan calon harus memanfaatkan sisa debat untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukan agar Jakarta lebih baik dan kedua penantang petahana harus bisa menunjukkan program yang lebih baik ketimbang apa yang sudah dilakukan petahana,” kata Haris.

 

Sementara, Sosiolog Hikmat Budiman menyarankan KPUD fokus mengangkat satu tema permasalahan Jakarta untuk digali lebih dalam dikaitkan dengan program yang realistis dan rasional dari masing-masing pasangan calon.

 

Garis besarnya, kata Hikmat, poin dalam debat tersebut dapat menjelaskan bagaimana mengaplikasikan konsep-konsep besar yang masih abstrak bisa diterjemahkan kedalam alokasi anggaran dalam APBD.

 

“Subtansi debat putaran kedua mestinya berorientasi pada isu-isu utama dalam kehidupan warga Jakarta. yang dieksplorasi dan dibahas secara detail dan harus kelihatan itu bisa dilakukan,” kata Hikmat menjelaskan. (DS/AK)

 

Sumber: http://www.infonawacita.com/program-soeharto-bahkan-membangun-manusia-seutuhnya-bentuknya-seperti-apa-hanya-sebatas-jargon/

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found