Energi Politik Ibu Negara

 

ferry liandoInna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Bangsa Indonesia sedang berkabung. Ibu Negara tahun 2004-2014 Kristiani Herrawati alias Ani berpulang ke Rahmatullah, Sabtu (1/6) bertepatan dengan perayaan hari lahir Pancasila. Tentu banyak pihak yang menaruh simpati dan dukacita yang mendalam karena Ibu Ani menjadi bagian sejarah bangsa. Kesetiaan dan keteladanan sebagai Isteri menghantarkan suaminya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden selama dua periode berturut-turut.

 

Dalam sejumlah kesaksian, SBY mengakui bahwa usahanya mencapai karier politik tertinggi tidak lepas dari peran penting Ibu Ani. Menjabat kepala pemerintahan sekaligus sebagai kepala negara, tentu tidak gampang. Kadang terlalu sulit untuk mengambil keputusan karena apapun selalu ada resiko. Tekanan selalu ada dan ancaman mustahil tidak ada. Dalam kondisi seperti ini peran seorang istri sangatlah penting. Pengalaman ini mengingatkan kita atas pengakuan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

 

Selama menjadi Presiden AS, sejak 2009 hingga 2017, tentu banyak hal yang harus dihadapi, dipertimbangkan dan diputuskan. "Tidak selalu mudah menjadi pucuk pimpinan tertinggi, apalagi bagi negara sebesar AS yang begitu berpengaruh". Kata Obama, di balik segala hal yang telah dia lalui, selalu berpikir waras dan tetap seimbang saat menghadapi tekanan adalah karena kehadiran sang istri. "Dia bukan cuma perempuan idaman yang hebat, tapi juga batu karang bagi saya. Saya mengandalkannya dalam banyak hal," sambung Obama kepada Oprah Winfrey pada tahun 2011, dikutip dari CNBC.

 

Peristiwa yang paling menghentak dunia adalah sosok Maria Eva Duarte de Peron. Istri tercinta Presiden Argentina Juan Peron (1946-1952) itu sangat dicintai rakyatnya karena kuatnya kharisma dan kepedulian Eva dalam gerakan-gerakan amal sebelum suaminya menjadi seorang Presiden. Bahkan para analis menyebutkan kekuatan terbesar Juan Peron menjadi Presiden, itu karena kecintaan rakyat Argentina terhadap Eva. Perjuangan kemanusiaan Eva itu akhirnya kisah hudupnya di filmkan pada tahun 1996 dengan judul Evita.

 

Sosok istri hebat lain yang menghantarkan suaminya menjadi seorang Presiden adalah Hillary Clinton. Konon, yang mengantarkan Bill Clinton menjadi seorang politisi sampai puncak karirnya sebagai Presiden justeru karena popularitas Hillary yang memang getol memperjuangkan kepentingan banyak orang. Berawal dari seorang aktivis gereja hingga menjadi pengacara handal yang membela kelompok marjinal. Banyak kisah yang menjelaskan energi politik seorang isteri hingga karir politik suaminya mencapai puncak.

 

Namun tidak sedikit pula kisah terhambatnya karier politik seorang aktor politik karena prilaku istrinya. Banyak kepala negara jatuh karena keserakahan sang istri. Gerakan people power di Filipina tahun 1986 yang menumbangkan Presiden Ferdinan Marcos, salah satu sebab karena kemarahan publik atas gaya hidup mewah sang isteri Imelda Marcos yang rajin berbelanja dan mengoleksi barang mewah sementara rakyatnya menderita akibat negara itu dilanda krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Peristiwa naas juga di alami perdana menteri Malaysia Najib Razak. Dia tersingkir dalam jabatannya belum lama ini karena kehidupan mewah sang istri Rosmah Mansor. Baik Najib dan isterinya kini berhadapan dengan hukum terkait megakorupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) sebesar 681 juta dolar AS atau sekitar Rp 9,5 triliun. Semasa menjabat sebagai ibu negara , Publik Malaysia pernah mengkritik Rosmah, karena ia masih sempat mengeluhkan tingginya pengeluaran rumah tangga meski sudah dinilai melimpah. Rosmah mencontohkan biaya penata rambutnya khusus untuk mengecat rambut menjadi RM 1.200 (setara Rp 4,28 juta) dan penata busana RM 500 (setara Rp 1,78 juta) sekali datang yang dinilainya tidak cukup.

 

Di Indonesia, ada banyak gaya hidup mewah para isteri yang akhirnya menghambat karir suaminya. Istri tersangka suap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Darwati A. Ganiyang memiliki gaya hidup mewah seperti ibu-ibu sosialita. Ia perna disorot karena menggunakan tas seri Capucines PM berwarna pink seharga US$4.800 atau sekitar Rp68 jutaan saat melakukan kunjungan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Tas bermerek sama ternyata terdapat beragam koleksi. Selain itu, Ia gemar plesiran ke berbagai negara, dalam Instagram Ia terlihat jalan-jalan ke Genting Highlands, Malaysia yang ditemani tas ransel Louis Vuitton dengan harga Rp29 jutaan. Ia berpose di kawasan Bukit Bintan, Malaysia dengan membawa tas Louis Vuitton yang termasuk koleksi vintage dengan harga Rp39 jutaan. 

 

Gaya hidup mewah tidak hanya dipertontonkan istri Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh. Menurut KPK banyak kepala daerah akhirnya terjerat kasus korupsi karena kehidupan mewah para istri. Di beberapa tempat, banyak dugaan para istri justru lebih berkuasa dari suaminya yang menjabat kepala daerah. Para pejabat birokrat, tidsk tunduk pada perintah kepala daerah, tapi hanya tunduk pada istrinya. Perannya sangat dominan, Mulai dari pengangkatan pejabat, penentuan proyek hingga intervensi penyusunan RAPBD.

 

Tidak cuma itu, sebagian memanfatakan jabatan suami sebagai kepala daerah untuk merebut jabatan-jabatan publik lainnya seperti menjadi anggota legislatif. Tak puas menggerogoti pundi-pundi suami, banyak istri menduduki jabatan itu sekedar mengharapkan fasilitas milik negara berupa tunjangan dan pendapatan lain agar kepuasan batinia makin terpenuhi sementara kapasitas politik yang dimiliki tidak ada yang bisa ditonjolkan. Beberapa fakta yang terjadi, banyak istri kepala daerah enggan mendampingi suaminya turun ke lapangan menjumpai warga apalagi di kawasan pedalaman. Kalaupun menyapa dan menyalami warga tak bisa dihindarkan, biasanya tissu basah selalu disediakan ajudan untuk membersihkan tangannya. Jika tidak dipayungi dari terik matahari, maka sang ajudan harus siap-siap dimarahi.

 

Namun suasana akan lain jika sang suami mendapat tugas ke luar daerah apalagi ke luar negeri. Rasa duka cita yang mendalam dialami rakyat Indonesia hari ini mengingatkan kita pada perjuangan seorang pendamping Presiden Ibu Ani. Pengaggum fotografi itu adalah salah satu contoh yang bisa diteladani oleh para isteri-isteri politisi. Ia mampu membesarkan anak-anak ketika sang suami sedang berdinas di berbagai tempat termasuk ke luar negeri. Ia sangat setia mendampingi dan menasihati sang suami. Benar perkataan bijak bahwa dibalik sukses sang suami, terdapat istri yang hebat. Eva Peron, tidak hanya mengantarkan suaminya menjadi Presiden, tetapi Eva ternyata jauh melampaui popularitas suaminya sendiri hingga saat ini.

 

Oleh: Dr. Ferry Daud Liando, Ilmu Politik Unsrat dan Pengurus Pusat AIPI

 

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found