News

SHS Luncurkan Buku "Ekonomi Biru Masa Depan Indonesia"

 

Jakarta - Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang, pada Selasa (7/10) malam, meluncurkan buku berjudul Ekonomi Biru Masa Depan Indonesia di Jakarta.

 

Acara yang digelar di Hotel Asana Kawanua, dihadiri sejumlah tokoh nasional di antaranya, Menteri Perhubungan KIB-I Freddy Numberi, mantan Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Dr Richard Daulay, Prof Dr Hendry Alexis Rudolf Tilaar, dan penasihat Asosiasi Ilmu Politik (AIP) Prof Dr Ryaas Rasyid.

 

"Saya tidak pernah mengikuti pendidikan khusus di bidang kelautan. Saya menulis berdasarkan pengalaman. Saya lahir di Sulawesi Utara, yang mayoritas wilayahnya adalah laut. Sekitar 80 persen wilayah Sulawesi Utara adalah laut," kata Sarundajang.

 

Dia mengatakan, sejak menjabat wali kota adminstratif Bitung, pada 1990 hingga kini menjadi gubernur Sulawesi Utara, selama dua periode (2005-2010 dan 2010-2015), sering mendapat penugasan yang ada kaitannya dengan laut.

 

Disebutkan, luas wilayah Indonesia yang mencapai 7,7juta km per segi, 5,8 juta km per segi adalah laut. Dan, hanya 1,9 juta km per segi adalah darat.

 

"Paling berkesan ketika saya ditugaskan di provinsi yang mayoritas wilayahnya adalah laut, yaitu Maluku dan Maluku Utara. Basic-nya adalah hampir 15 tahun menjabat wali kota Bitung," jelas dia.

 

Peluncuran buku Ekonomi Biru Masa Depan Indonesia diisi sesi bedah buku yang dipandu wartawan senior asal Sulawesi Utara, Ahmed Kurnia, dengan menampilkan pembicara, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti, Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat Tarman Azzam, dan wartawan senior Atmadji Sumarkidjo.

 

Sarundajang adalah wali kota administratif pertama di Indonesia. Dia dinilai berhasil mengembangkan konsep pemekaran wilayah.

 

Sebagai gubernur pertama di Indonesia yang terpilih melalui pilkada langsung pada 2005, Sarundajang juga dikenal sebagai kepala daerah bertangan dingin menyelesaikan konflik. Dia pernah ditugaskan sebagai gubernur Maluku dan Maluku Utara. 

 

http://www.beritasatu.com/nusantara/215669-sarundajang-luncurkan-buku-ekonomi-biru-masa-depan-indonesia.html

 

Sarundajang Luncurkan Buku "Ekonomi Biru Masa Depan Indonesia"

ekonomi biruJAKARTA (EKSPOSnews): Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang meluncurkan buku yang berjudul "Ekonomi Biru, Masa Depan Indonesia" yang berisi pemikiran-pemikiran mengenai perubahan paradigma pembangunan nasional dari darat ke laut.

 

"Indonesia perlu mengubah paradigma pembangunan nasional yang saat ini masih berorientasi ke wilayah darat menjadi ke wilayah laut," katanya saat peluncuran buku di Jakarta, Rabu 8 Oktober 2014.

 

Buku setebal 150 halaman tersebut merupakan konsep ekonomi biru yang mendorong pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dan mengembangkan industrialisasi kelautan serta perikanan.

 

"Konsep ini menekankan pada pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja dan mendorong inovasi teknologi yang tidak merusak lingkungan," kata dia.

 

SH Sarundajang mengatakan bahwa ada lima prinsip kunci kejayaan dalam pelaksanaan pembangunan berbasis kelautan yang harus diimplementasikan secara terpadu di negeri ini."Ada lima prinsip yang harus dilakukan secara terpadu adalah ocean blue economy, ocean governance policy, ocean environmental policy, ocean maritime cultural policy, dan ocean maritime security policy," katanya.

 

Ia mengatakan bahwa ekonomi biru tersebut merupakan solusi terhadap tantangan perilaku ekonomi dunia yang cenderung mengeksploitasi dan merusak lingkungan, termasuk laut.

 

Ia berharap pemerintah ke depan akan menggunakan konsep ekonomi biru yang dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi serta matra laut juga harus mendapat perhatian lebih besar dalam program-program pembangunan nasional di masa mendatang."Dengan letak geografis Indonesia di hamparan Samudera Pasifik maka tentu tak berlebihan jika Indonesia suatu saat nanti akan mendapat julukan penguasa pasifik," katanya.(ant)

 

http://eksposnews.com/view/1/75274/Gubernur-Sulut-Luncurkan-Buku-Ekonomi-Biru.html#.VDU3nWc3-Ag

RUU Pilkada, Gubernur Sulut: Pilkada Langsung Amanat UUD

SULUT, (manado24.com) – Terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) yang digodok Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, terus menuai pro dan kontrak.

 

Pasalnya, RUU tersebut banyak mendapat penolakan, baik dari masyarakat awam juga sejumlah Kepala Daerah di Indonesia yang dipilih rakyat secara langsung pada Pilkada selang 10 tahun terakhir ini.

 

Bagi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), menilai jika pelaksanaan Pilkada langsung merupakan amanat UUD.

 

Kepada wartawan, Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) ini menceritakan sedikit proses demokrasi Pilkada dari DPRD, yang kemudian Undang-Undang (UU) 22 Tahun 1999, itu dirubah menjadi pemilihan langsung oleh rakyat.

 

“Panjang ceritanya. Awalnya waktu kita dulu perjuangkan perubahan Undang-Undang 22 tahun 1999 itu, karena pertama dinilai tidak demokratis, kedua masih dianggap pemborosan karena money politik di dewan juga tidak bisa dihindari waktu itu. Jangan salah. Waktu UU 22 Tahun 1999 itu juga ada pasal disitu yang menyatakan bahwa perintah provinsi, kabupaten dan kota tidak ada hubungan hirarki, ini sebenarnya menyalahi,” terang Sarundajang.

 

Lanjutnya, perjuangan itu terus berlanjut hingga akhirnya UU 22 Tahun 1999 dirubah jadi pemilihan langsung dan lahirlah UU 32 tahun 2004.“Tapi ternyata masih ada yang menganggap UU ini masih boros. Sekarang muncul, kembali lagi ke DPRD,” kata Sarundajang, sembari menyatakan sistem apapun yang diputuskan DPR RI terkait RUU Pilkada selama itu didukung penuh rakyat, hal tersebut tak jadi masalah.

 

“Bagi saya, sistem apapun itu kalau memang rakyat menghendaki melalui dewan itu sah-sah saja. Apakah diputuskan pemilihan kepala daerah secara langsung untuk kabupaten kota dan provinsi dipilih DPRD. Atau juga sebaliknya, provinsi gubernurnya dipilih langsung dan kabupaten kota dipilih dewan. Bagi saya itu sah-sah saja asal Undang-Undang itu didukung penuh rakyat melalui dewan,” paparnya.

 

Disisi lain, SHS sapaan familiar Sarundajang menjelaskan, memperjuangkan pemilihan langsung sebenarnya bertujuan untuk mendukung otonomi desentralisasi kepada daerah dalam menjamin berdemokrasi.“Terus terang, kita dulu memperjuangan pemilihan langsung sebenarnya mendungkung pemberian otonomi desentralisasi kepada daerah untuk menjamin kepada demokrasi.

 

Jadi gubernur, bupati walikota dipilih langsung itu amanat Undang-Undang Dasar. Jangan lupa itu. Sebenarnya dirobah dulu Undang-Undang Dasar itu, karena bunyinya kalau tidak salah adalah gubernur, atau kepala daerah dipilih secara demokratis. Nah, pengertian secara demokratis itu kan dipilih langsung, begitu pengertiannya,” tandas Sarundajang. (ton)

 

Sumber: http://www.manado24.com/2014/09/3212/ruu-pilkada-gubernur-sulut-pilkada-langsung-amanat-uud/

Mahfud Pesimistis Prabowo Menang di MK

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud MD, mengaku pesimistis tim hukum Prabowo-Hatta bisa membuktikan angka-angka yang disengketakan di Mahkamah Konstitusi. Mahfud pesimistis karena melihat singkatnya waktu yang tersisa untuk melengkapi data untuk memperkuat bukti yang diperkarakan.

 

"Kalau dari angka, saya pesimistis karena waktu hanya tersisa besok dan lusa. Kemungkinan MK tak sempat periksa ulang," kata Mahfud di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (13/8/2014).

 

Hingga saat ini, Mahfud melihat tim hukum Prabowo belum mampu membuktikan perolehan 67 juta suara berdasarkan yang dihimpun tim Prabowo-Hatta dari real count internal. Agar bisa membuat MK memutuskan penyelenggaraan pemilu ulang, tim Prabowo-Hatta harus menyediakan bukti-bukti yang dimaksud Mahfud.

"Kita tunggu saja bagaimana keputusan hakim MK," ujar Mahfud yang juga mantan Ketua MK.

Kalaupun nanti MK memutuskan untuk pemungutan suara ulang, Mahfud tak serta-merta mengatakan kemenangan berada di pihak Prabowo-Hatta. Ia juga meyakini suara yang diperkarakan oleh tim Prabowo-Hatta bisa jadi adalah suara milik Joko Widodo-Jusuf Kalla.

 

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2014/08/13/17154811/Mahfud.Pesimistis.Prabowo.Menang.di.MK?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kpopwp

Usai Bersaksi di Sidang MK, Rumah Novela Dihancurkan Hari Ini

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Koalisi Merah Putih untuk Kebenaran dan Keadilan, Hashim Djojohadikusumo, menyayangkan banyaknya saksi pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang mendapatkan intimidasi setelah tampil dalam sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden.

 

Bahkan, menurut Hashim, rumah salah satu saksinya, Novela Nawipa, sampai dirusak oleh orang tidak dikenal. "Saksi yang kita datangkan dari Papua telah mengalami intimidasi. Bahkan rumah Novela dihancurkan hari ini," kata Hashim dalam konferensi pers di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, Rabu (13/8/2014) petang.

 

Hashim mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dengan intimidasi yang dilakukan kepada saksi-saksinya. Langkah hukum akan segera diambil.

 

"Ini biadab, tidak boleh ditolerir. Tim kita akan meminta penegak hukum bertindak agar pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya," ujar Hashim.

 

Sebelumnya, lanjut Hashim, timnya juga sudah melaporkan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban agar para saksinya mendapatkan perlindungan. Pada sidang kemarin, Novela menyegarkan ruang sidang MK karena logat Papua yang kental dan jawaban-jawabannya yang spontan. Pada intinya Novela menyampaikan tidak adanya pemilu yang diselenggarakan di Kabupaten Paniai.

 

Kompas.com mencoba menghubungi Novela melalui nomer telepon selulernya, tetapi belum ada jawaban. Ia menjadi saksi mandat dalam persidangan di MK, Selasa (12/8/2014), dan menarik perhatian majelis hakim serta masyarakat.SMSDi tempat terpisah, Tim Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Belum mengaku belum mendapatkan data yang jelas dan lengkap mengenai perusakan rumah Novela. Anggota tim, Didi Suprianto, mengatakan kabar itu diperoleh melalui pesan singkat (short message service/SMS). 

 

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2014/08/13/19250921/Usai.Bersaksi.di.Sidang.MK.Rumah.Novela.Dihancurkan.Hari.Ini?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kpopwp