News

Persaingan Para Jenderal

Jakarta, Kompas - Persaingan jenderal dari kalangan Tentara Nasional Indonesia diprediksi bakal mewarnai Pemilihan Presiden 2014.

 

Demikian hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dipaparkan Peneliti LSN Dipa Pradipta yang didampingi Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry, Senin (22/10) di Jakarta.

 

Mengerucutnya hasil survei tersebut memprediksikan terjadinya ”perang bintang” pada Pemilihan Presiden 2014 karena ternyata calon presiden dari kalangan TNI masih disukai responden yang mencapai 1.230 orang di 33 provinsi di Indonesia. Survei diadakan pada 10-24 Agustus 2012 melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (multistage random sampling).

 

Dipa menjelaskan, figur presiden yang didambakan rakyat yang terwakili dari sejumlah responden tersebut tidak dapat dilepaskan dari kondisi negara saat ini. Setidaknya ada dua isu yang sangat menjengkelkan publik beberapa tahun terakhir. Pertama, kasus korupsi yang menjerat para elite politik kian marak. Kedua, ketidakjelasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menangani hampir semua masalah nasional. Hal tersebut memengaruhi preferensi publik dalam menghadapi Pilpres 2014.

Dari aspek kombinasi kepemimpinan, sebanyak 75,3 persen publik masih menyetujui kombinasi presiden berlatar belakang TNI dan wakilnya dari kalangan sipil. Kemudian, dari survei tingkat elektabilitas, posisi Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dipilih 20,1 persen responden. Disusul antara lain Jenderal TNI (Purn) Wiranto (12 persen), Jusuf Kalla (9,4 persen), Megawati Soekarnoputri (8,8 persen), Aburizal Bakrie (7,1 persen), Sultan Hamengku Buwono X (6,3 persen), Mahfud MD (5,8 persen), dan Joko Widodo (4,7 persen).

 

Namun, tingkat popularitas di posisi teratas ditempati Megawati Soekarnoputri (95,9 persen), disusul Jusuf Kalla (94,6 persen), Wiranto (91,7 persen), Prabowo Subianto (87,1 persen), Aburizal Bakrie (84,6 persen), Sultan Hamengku Buwono X (81,6 persen), dan Joko Widodo (80,8 persen).

 

Sementara itu, tingkat penerimaan publik ditempati teratas oleh Jusuf Kalla (62,0 persen), Prabowo Subianto (60,6 persen), Wiranto (58,0 persen), Sultan Hamengku Buwono X (57,8 persen), Joko Widodo (56,4 persen), Megawati Soekarnoputri (47,7 persen), dan Aburizal Bakrie (41,4 persen).

 

Ketika ditanya apakah calon wakil presiden dari Partai Golkar adalah tentara aktif, Ketua Umum Partai Golkar yang sekaligus sebagai calon presiden partai ini, Aburizal Bakrie, antara lain mengatakan, ”Ada satu tentara yang masuk pertimbangan saya.”

Ia juga mengatakan, usulan dari Partai Golkar di Kalimantan Timur adalah Jenderal Pramono Edhie. ”Usulan dari Jawa Timur (Gubernur Jatim) Pak Karwo. Dari Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X,” ujar Aburizal.

 

Kemarin, Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengatakan, dia hanya memikirkan TNI AD. Saat ini sudah ada beberapa mantan militer yang menyatakan siap untuk mencalonkan diri sebagai capres. ”Pilih saja yang ada,” katanya.

 

Nama lama

Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Ari Dwipayana kemarin mengatakan, survei yang mengandalkan faktor popularitas (keterkenalan) dan elektabilitas (keterpilihan) cenderung berkutat pada nama-nama lama dan itu-itu juga.

 

”Padahal, sebenarnya masih ada stok tokoh lain meski belum banyak disebut di panggung politik nasional,” katanya.

 

Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat berharap lembaga survei menangkap harapan masyarakat tentang pemimpin ideal di masa mendatang serta harapan untuk memecahkan masalah korupsi, pendidikan, narkoba, dan ekonomi, bukan sekadar popularitas dan elektabilitas. (IAM/INA/NTA/NWO)

 

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/10/23/01520952/persaingan.para.jenderal

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found