AIPI: Jaga Integritas Pemilu

DISKUSI 25011918

MANADOPOSTONLINE.COM—Sebagai bentuk sumbangsih untuk menjaga integritas Pemilu 2019, Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) bekerja sama dengan Manado Post menggelar diskusi, Kamis (24/1) kemarin. Diskusi yang digelar di Lantai 2 Grha Pena Manado Post ini mengangkat tema "Menjaga Integritas Pemilu 2019". Forum diskusi dihadiri perwakilan akademisi, parpol, caleg, Bawaslu, KPU, LSM dan mahasiwa.

Ferry Daud Liando salah satu Pengurus Pusat AIPI mengatakan, pemilu berkualitas butuh peran dan partisipasi masyarakat. Namun partisipasi itu akan ada, jika tingkat kepercayaan publik kepada peserta, caleg atau penyelenggara itu baik. Jika publik tidak percaya, maka mereka enggan berpartisipasi, baik dalam tahapan pemilu ataupun mendatangi TPS untuk memilih.

"Semakin tinggi tingkat kepercayaan publik, akan semakin tinggi tingkat partisipasi mereka. Lantas bagaimana kepercayaan itu diperoleh? Itu diperoleh dari integritas. Baik yang dimiliki penyelenggara maupun dari caleg. Penyelenggara harus adil dan transparan melaksanakan tahapan. Kemudian caleg tidak boleh menghalalkan segala cara agar bisa terpilih. Jadilah caleg yang bertanggungjawab. Jika sikap-sikap ini yang ditonjolkan maka kepercayaan publik akan positif," tutur akademisi Fispol Unsrat ini.

Di tempat yang sama, Supriyadi Pangellu, Komisioner Bawaslu Sulut, mengakui di jajarannya masih banyak yang dilaporkan masyarakat terkait pelanggaran profesionalisme. Dia mengakui, masih banyak penyelenggara di jajarannya berbeda pemahaman terkait aturan.

Sehingga jika ada masyarakat yang mengetahui jajarannya bekerja tidak profesional, diharapkan bisa melapor ke Bawaslu Sulut. Namun demikian, dia mengakui juga banyak kekurangan terkait regulasi, sehingga menyulitkan kerja-kerja profesional mereka.

“Ke depan akan ada rekrutmen pengawas lapangan dan dimohon masukan publik bagaimana mengawal pengawas yang profesional. Saya juga apresiasi pada AIPI yang sudah menggelar diskusi ini. Sangat baik," tuturnya.

Sedangkan Lucky Senduk, Ketua Bapillu PDI-Perjuangan (PDI-P) Sulut mengatakan, perlu dikawal soal rekrutemen penyelenggara. Seperti ke depan ada rekrutmen KPPS, perlu dicegah agar jangan sampai ada yang merupakan tim sukses calon. "Kemudian perlu diawasi tentang aparat desa yang mengintimidasi pemilih,” katanya.

Dia juga membeberkan temuan di lapangan terkait beda paham antara sesama penyelenggara dalam penertiban Alat Peraga Kampanye (APK).

Tidak ketinggalan Dolvie Angkow, dari Golkar, mengusulkan agar Bawaslu mengadakan pengawasan untuk masing-masing caleg. Menurutnya, banyak cara negatif yang dilakukan caleg untuk menang. Saat ini banyak caleg yang tidak mau berkampanye dan pasang APK.

Namun mereka itu yang memanfaatkan momentum sehari sebelum pencoblosan untuk bagi-bagi uang. “Banyak kepala lingkungan juga sudah diintimidasi agar bisa mengumpulkan suara tertentu. Kalau tidak jabatan bisa jadi taruhan,” bebernya.

Hal yang sama juga ditegaskan Melky Suawa dari Gerindra. Dia  mendesak ketegasan dari penyelengara. Dia mensinyalir banyak penyelenggara yang diduga tidak netral.

“Banyak caleg yang sudah langgar aturan tapi tidak ada penindakan, akhirnya pelanggaran itu terus dilakukan berulang-ulang,” katanya.

Lanjutnya, banyak parpol juga seolah-olah tidak siap mengikuti kompetisi. “Karena masing-masing parpol harus capai 4 persen sebagai syarat parliamentary threshold maka banyak parpol yang mengambil pemain atau kader dari parpol lain,” jelasnya.

Edwin Assa dari Nasdem, mengimbau caleg agar bersaing secara sehat. Untuk itu, dia menekankan perlu membangun komitemen bersama bagaimana menangkal money politics.

Sementara itu, Alan Berty Lumempow dari Garda Tipikor Sulut mengatakan, masalah integritas tidak hanya sebatas pada money poltics. Integritas juga bisa menguji apakah janji-janji para caleg saat ini bisa dibuktikan atau tidak.

Diketahui diskusi yang dipandu moderator Raymon Pasla dari KPI Sulut ini turut dihadiri Karo Umum Pemprov Sulut Clay Dondokambey dan Jusuf Wowor dari KPU Manado. Narasumber yang dihadirkan di antaranya Toar Palilingan, Trilke Tulung, Jhony Lengkong, Maxi Egeten dan Donald Monintja. (ctr-04/can)

https://manadopostonline.com/m/berita/52281/AIPI-Jaga-Integritas-Pemilu/2

 

WhatsApp Image 2019-01-24 at 18.56.19

 

WhatsApp Image 2019-01-24 at 19.23.29

 

WhatsApp Image 2019-01-24 at 18.24.30 1

 

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found