Kegiatan AIPI

Call for Papers Seminar Nasional XXVIII AIPI

Call for Papers

Seminar Nasional XXVIII AIPI

 

EVALUASI PEMILU SERENTAK 2019


DAN TANTANGAN DEMOKRASI INDONESIA KE DEPAN

  

Pemilu serentak yang baru saja berlalu memberi banyak pelajaran berharga, khususnya bagi kehidupan politik bangsa. Meski pada umumya berjalan dengan baik dan diakui oleh mayoritas masyarakat sebagai pemilu yang demokratis, namun beragam kelemahan tak pelak masih terasakan. Di antara yang kerap mendapat sorotan dari pelaksanaan pemilu yang kerap disebut “pemilu borongan” ini adalah fokus masyarakat lebih kepada pemilu presiden, yang menyebabkan pemilu legislatif menjadi tersisih dan seolah kehilangan makna.

Masa kampanye yang cukup lama tidak juga memberikan banyak kesempatan bagi rakyat. Sehingga prosesi elektoral yang harusnya memberikan banyak pemahaman tentang latar belakang caleg (baik DPR, DPRD atau DPD) berikut programnya, menjadi tampak sia-sia karena masyarakat cenderung menjadi asal pilih karena minimnya informasi tentang kandidat yang didapatkan. Situasi ini akhirnya mengerdilkan makna pemilu sebagai saluran seleksi dan pemberian wewenang oleh rakyat kepada para wakil rakyat yang dipercayainya.

Para caleg berikut partai sendiri juga merasa kesulitan, mengingat konsentrasi mereka terpecah karena harus turut memperjuangkan kandidat presiden dan wapres yang didukungnya, di samping dirinya sendiri. Juga bagi mereka pelaksanaan pemilu saat ini diakui jauh lebih buruk dari yang sebelumnya. Bahkan sebagian dari mereka menilai bahwa kondisi pemilu kita saat ini menjadi semakin “brutal” atau “barbar”. Seharusnya semakin beranjak usia reformasi, kualitas pemilu kita menjadi lebih baik. Namun justru sebaliknya, pemilu kita menjadi semakin mendapat sorotan karena tidak juga memperlihatkan gelagat yang membaik.

Selain itu pemilu serentak yang dianggap akan melahirkan efisiensi ini justru tidak terjadi. Pembiayaan pemilu tetap jauh lebih mahal ketimbang Pemilu 2014. Bahkan menimbulkan jatuhnya korban terutama dari pihak pelaksana hingga ribuan orang baik sakit maupun meninggal dunia. Selain itu pemilu kali ini juga tetap menimbulkan banyak pelanggaran klasik yang tak juga tertanggulangi seperti money politics, pemanfaatan ASN dan intimidasi.

Secara umum pelaksanaan pemilu serentak jelas patut mendapat perhatian dan layak dievaluasi. Baik dalam makna yang terkait dengan cara pandang dan perilaku pelaksana, peserta maupun pemilih yang akhirnya berdampak pada kualitas atau substansi pemilu itu sendiri. Maupun terkait dengan rezim sistem pemilu dan partai politik yang terkait langsung dengan eksistensi pemilu. Hingga hal-hal yang terkait dengan keberadaan elemen non-politik, budaya dan beragam dampak yang ditimbulkan menjelang, saat dan setelah pelaksanaan pemilu.

Dalam pada itu, pemilu yang berlangsung kali ini pada dasarnya tidak berada dalam ruang hampa. Pemilu merupakan sebuah noktah bahkan cerminan dari perjalanan kepolitikan kita (khususnya perjalanan kehidupan demokrasi), yang sayangnya dari sisi kualitas belum pula menunjukkan titik cerah. Kenyataannya demokrasi kita terutama pada 10 tahun terakhir menunjukkan gelagat stagnansi atau bahkan regresi.

Beragam kajian dan indeks hasil survei mengindikasikan problem tersebut. Meski demokrasi telah berjalan dan sebagiannya mengalami cerita sukses, namun kita memiliki banyak persoalan terkait dengan kesempatan yang sama dalam menentukan kebijakan (tendensi oligarki), persoalan pengawasan dan penyeimbangan kekuasaan (checks and balances), persoalan pemanfaatan jaringan pemerintah, hingga terus berkembangnya politik yang mengulik emosi ketimbang mengedepankan rasionalitas.

Di samping itu kita juga masih punya persoalan terkait media yang bias (biased media), hingga persoalan tentang tingkat pemahaman masyarakat tentang demokrasi itu sendiri. Hal-hal tersebut tentu saja berpengaruh terhadap jalannya pemilihan serentak dan pada akhirnya jalannya pemerintahan yang terbentuk setelahnya. Tidak mengherankan jika pasca pemilihan serentak situasi politik kita dalam perspektif demokrasi substansial juga tidak membaik. Bahkan semakin dikhawatirkan akan menuju penguatan elitisme dan oligarki.

Peristiwa “September 2019” memperlihatkan kuatnya kecenderungan itu. Hal ini kemudian disusul dengan pidato inagurasi presiden yang juga tidak menunjukkan urgensi pembenahan demokrasi, penegakkan HAM ataupun pemberantasan korupsi. Padahal antara pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional di satu sisi, dengan pembangunan demokrasi, HAM dan pemberantasan korupsi di sisi lain seperti layaknya dua sayap pada pesawat terbang.

Penyusunan kabinet masih memperlihatkan fenomena bagi-bagi hasil di antara para pendukung presiden. Yang berpotensi tidak saja menyurutkan efektifitas check and balances tapi juga pada akhirnya performa pemerintahan itu sendiri. Dengan berbagai gejala dan kecenderungan itu tentu saja muncul pertanyaan akan seperti apa kondisi kehidupan politik, berbangsa dan bernegara ke depan. Hal apa saja yang harus kita bersama lakukan untuk menyelamatkan dan meningkatkan kualitas demokrasi kita baik dalam makna prosedural dan (apalagi) substansial.

Sehubungan dengan itu Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) akan melakukan kegiatan seminar yang bertujuan menganalisis pelaksanaan pemilu serentak, dan berbagai dampak yang ditimbulkan khususnya terkait dengan penguatan demokrasi saat ini dan di masa datang. Sejurus dengan itu juga akan dibahas mengenai solusi apa yang dapat ditawarakan dalam kacamata teoritis atau praktis terkait dengan persoalan-persoalan tersebut.

Secara spesifik diharapkan dalam seminar kali akan membahas persoalan: (1) Model pemilu serentak yang ideal, (2) Langkah dan Strategi pembenahan dan persiapan terkait Pemilu Serentak di masa datang, (3) Beragam dampak pemilu serentak dan solusinya, (4) Eksistensi dan peran ideal lembaga-lembaga demokrasi pasca Pemilu Serentak, dan (5) Penguatan (kembali) kehidupan demokrasi di Indonesia Pasca Pemilu 2019 ditinjau dari sisi budaya politik, regulasi, sistem, masyarakat sipil, birokrasi dsb.

 

Bentuk Kegiatan

Bentuk Kegiatan adalah seminar satu hari yang terbagi menjadi:

  1. Keynote Speeches
  2. Talkshow Penyelenggara Pemilu di Tingkat Kabupaten/Kota
  3. Diskusi Panel: Evaluasi Pemilihan Serentak 2019 dan Tantangan Demokrasi Indonesia ke Depan. Diskusi panel akan menampilkan tulisan-tulisan dengan topik beragam.

Evaluasi Pemilu Serentak 2019, dengan topik-topik sebagai berikut:

  • Tata kelola pemilu
  • Logistik
  • Rekapitulasi suara
  • Sengketa Pemilu
  • Kelembagaan penyelenggara pemilu
  • Aspek penanganan pelanggaran pemilu


Tantangan Demokrasi Indonesia ke Depan: Reformasi Dibajak?, dengan topik-topik sebagai berikut:

  • Oligarki yang mengancam demokrasi
  • Eksistensi partai yang belum terlembaga
  • Civil society yang terbelah dan terkooptasi
  • Ancaman amandemen UUD 1945
  • Post-truth and populism in political contestation: comparative perspective
  • Persoalan netralitas aktor keamanan

 

Persyaratan peserta:

  1. Peserta adalah dosen, peneliti dan pengamat, mahasiswa pasca sarjana, penyelenggara pemilu, dan masyarakat umum.
  2. Mengirimkan biodata

 

Persyaratan Penulisan:

  1. Naskah belum pernah dipublikasikan di media lain.
  2. Ditulis dalam bahasa Indonesia secara sistematis, terdiri atas judul, nama penulis, abstrak, pendahuluan, analisis, kesimpulan, dan daftar pustaka.
  3. Diketik dengan ms.word, ukuran A4, 2500-4000 kata, font Times New Roman, 12 pts, 1,5 spasi.
  4. Nama penulis diikuti oleh nama lembaga penulis, dan alamat email penulis.
  5. Naskah dikirim ke email: pp.aipi [at] gmail.com dengan Subject_Seminar_AIPI2019
  6. Batas pengiriman naskah tanggal 28 November 2019, pengumuman naskah diterima tanggal 2 Desember 2019 dan presentasi makalah 10 Desember 2019.

 

Fasilitas:

  1. Seminar kit
  2. Sertifikat
  3. Konsumsi selama acara berlangsung
  4. Naskah akan dipublikasikan dalam bentuk buku ber-ISBN 

 

Waktu dan Tempat

Hari/Tanggal : Selasa/10 Desember 2019

Jam : 08.00 – 17.00 WIB

Tempat : Hotel Sahid Jaya, Jakarta Selatan

 

Panitia tidak menyediakan akomodasi dan transportasi.

 

Narahubung seminar Sdr. Sutan Sorik (Hp: 0812 1900 9750)

 

Fasilitas

a.      Seminar kit

b.      Sertifikat

c.       Konsumsi

d.     Naskah akan dipublikasikan dalam bentuk buku ber-ISBN

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found