AIPI Gelar Seminar Virtual Corona dan Daya Tahan Sosial Politik Indonesia

Jakarta, AIPI – Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) menggelar seminar virtual atau webinar dengan tema Corona dan Daya Tahan Sosial Politik Indonesia pada Rabu (22/4/2020) pukul 14.00 WIB.

  

diskusi1Ketua Umum AIPI, Dr. Alfitra Salamm mengatakan kehadiran virus corona (COVID-19) membuat Indonesia dan seluruh negara di dunia memasuki era baru. Virus ini menghantam seluruh sendi kehidupan termasuk sosial dan politik.

 

“Virus corona ini adalah era baru, berdampak terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia. Tidak hanya sosial, tetapi juga politik,” ungkap Alfitra Salamm saat membuka seminar virtual Corona dan Daya Tahan Sosial Politik Indonesia.

  

Dalam bidang politik, corona berhasil memundurkan jadwal Pilkada serentak 2020 yang digelar di 270 kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia dari 23 September menjadi 9 Desember 2020. Penundaan pilkada telah disepakati oleh pemerintah dan DPR.

 

“Salah satu dampak politik akibat pandemik corona ini adalah penundaan Pilkada serentak 2020 menjadi 9 Desember 2020,” tutup Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini.

 

Seminar virtual AIPI ini dilaksanakan di salah satu aplikasi rapat online dan disiarkan secara langsung serta dapat disaksikan kembali kapan saja di laman https://www.facebook.com/pp.aipi.

 

Seminar virtual ini menghadirkan sejumlah narasumber dan pakar yang kerdibel di bidangnya. Antara lain dr. Pandu Riono, MPH, Ph. D (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia) dan Prof. Dr. Djohermansyah Djohan (mantan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri/Pengurus Pusat AIPI).

Kemudian Prof. Dewi Fortuna Anwar, Ph. D (LIPI/Pengurus Pusat AIPI), Dr. Philips J. Vermonte (Direktur Eksekutif CSIS/Pengurus Pusat AIPI), Drs. Ichan Loulembah (Pengurus Pusat AIPI/Anggota DPD 2004-2009) serta Dr. Nur Hidayat Sardini (Pengrus AIPI Kota Semarang).

 

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found