Banyak Gagasan Pemda Terkait Corona Ditolak Pusat

Diskusi2

Jakarta, AIPI - Pendemi virus corona atau COVID-19 yang telah ditetapkan sebagai bencana nasional oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini membawa dampak besar terhadap kehidupan sosial dan politik di Indonesia.

 

Bagi mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Prof. Djohermansyah Djohan, corona membuat pemerintah pusat sewenang-wenang terhadap pemerintah daerah. Hal itu bertentangan dengan Undang-Undang Otonomi Daerah (Otda).

 

Hal tersebut terungkap dalam seminar virtual yang digelar Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) dengan tema Corona dan Daya Tahan Sosial Politik Indonesia pada Rabu (22/4/2020) pukul 14.00 WIB.

“Padahal banyak inovasi dan gagasan bagus dari daerah untuk mengatasi wabah corona, tetapi ditolak oleh pemerintah pusat. Pusat telah mengamputasi usulan-usalan dari daerah yang baik,” kata Prof. Djohermansyah.

 

Pemerintah pusat disarankan bertindak sebagai pengarah dan mengapresiasi setiap gagasan pemerintah daerah dalam menangani pandemi COVID-19. “Pusat harus punya high strategy dan melibatkan banyak pihak untuk masalah ini. Harus berkolaborasi yang dipimpin oleh Presiden,” tegasnya.

 

Direktur Eksekutif CSIS, Dr. Philips J Vermonte menuturkan semua negara di dunia dibuat kalang kabut oleh virus corona. Tetapi negara dengan sistem kesehatan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik lebih cepat pulih dibandingkan tidak memiliki kedua hal tersebut.

 

“Negara yang ‘sukses’ melawan wabah ini memiliki sejumlah kesamaan, sebut saja Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Selandia Baru, dan Jerman. Mereka memiliki top leadership dan sangat menghargai ilmu pengetahuan,” tegas Philips.

 

Sebagai informasi, seminar virtual AIPI “Corona dan Daya Tahan Sosial Politik Indonesia’ dilaksanakan di salah satu aplikasi rapat online dan disiarkan secara langsung serta dapat disaksikan kembali kapan saja di laman https://www.facebook.com/pp.aipi.

 

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dan pakar yang kerdibel di bidangnya. Antara lain dr. Pandu Riono, MPH, Ph. D (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia) dan Prof. Dr. Djohermansyah Djohan (mantan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri/Pengurus Pusat AIPI).

 

Kemudian Prof. Dewi Fortuna Anwar, Ph. D (LIPI/Pengurus Pusat AIPI), Dr. Philips J. Vermonte (Direktur Eksekutif CSIS/Pengurus Pusat AIPI), Drs. Ichan Loulembah (Pengurus Pusat AIPI/Anggota DPD 2004-2009) serta Dr. Nur Hidayat Sardini (Pengrus AIPI Kota Semarang).

 

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found